Aku Dan Keluarga
keluarga ku berjumlah 4 orang. bapak,ibu,kaka,saya nama bapak saya BASUKI nama ibu saya PUJI ASTUTI nama kaka saya ADITYA PUTRA KUSUMA nama saya ANGGITA WAHYU PAMUNGKAS keluarga saya berasal dari jogjakarta ibu bapak dan kaka saya lahir di jogjakarta saya di depok. bapak saya kerja , ibu saya ibu rumah tangga, kaka saya kerja , saya kuliah . bapak saya berangkat kerja jam 8 pulang sore ibu saya ngga berangkat-berangkat soalnya kan ibu rumah tangga, kaka saya berangkat jam 7 pulang malem mulu soalnya main mulu, kalo saya berangkat kuliah tergantung jadwal kadang masuk kelasnya tergantung anak-anak kadang di dolpin dulu sebabut. kadang di tangga juga , ketawain orang deh, kalo hari minggu jarang-jarang pergi sama keluarga paling kalo pergi kondangan atau nikahan . jarang ketemu sama kaka saya dia sibuk tapi duitnya ngga ada hahaha, pokoknya bapak saya good father lah ibu saya good mother kaka saya good brother saya good job hahaa this is my family :D mana familymu?
Rabu, 29 Oktober 2014
Budaya Dasar (3)
Baju Adat Irian Jaya
Pakaian
adat pria dan wanita di Papua secara fisik mungkin anda akan
berkesimpulan bahwa pakaian tersebut hampir sama bentuknya. Mereka
memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan model yang sama.
Mereka juga sama-sama memakai hiasan-hiasan yang sama, seperti hiasan
kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari
manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. Bentuk pakaian
yang terlukis di sini merupakan ciptaan baru. Biasannya tak lupa dengan
tombak/panah dan perisai yang dipegang mempelai laki-laki menambah kesan
adat Papua.
Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea. Burung endemik Tanah PapuaProvinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Dan juga Papua mempunyai tarian khas papua yaitu:
Papua Timur Manawou dan Papua Barat Ewer dan Juga lagu khas papua ialah Apuse,Yamko RambeYamko.Ada juga rumah khas di papua yaitu HONAI.
Nuu Waar adalah dua kata bahasa Irarutu di kerajaan Nama Tota Kaimana, yakni Nuu Eva. Nuu bermakna sinar, pancaran atau cahaya. Sementara Waar dari kata Eva, yang makna pertama adalah ‘mengaku’ atau diterjemahan dengan makna lebih dalam yang artinya ‘menyimpan rahasia’. Dari bahasa Onim (Patipi) Nuu juga adalah cahaya. Waar artinya perut besar yang keluar dari perut Ibu. Maka nama Nuu Waar artinya negeri yang mengaku menyimpan atau memikul rahasia.
Nama Nuu Waar nama yang berkembang dengan siar islam sejak kehadiraan Samudera Pasai, Raden Fatah pada abad 13 M, Aru Palaka sampai Sultan Tidore pada abad 15 M dengan wilayah Kesultanan dan kekuasaan melalui perdagangan sampai ke Nuu Waar.
Pergantikan nama Nuu Waar menjadi Papua dan Irian terjadi sejak 1214 masehi. Kata Papua’ itu sendiri diambil dari beberapa bahasa daerah di Nuu Waar, yang maknanya hitam, keriting, bodoh, jahiliah, jahat, perampok, pemeras, pemerkosa, bahkan lebih sadis dimaknai sebagai suka makan orang.
Makna negatif itulah yang membuat suku asli tidak suka pada kata ‘Papua’. Namun oleh bangsa Portugis kata it uterus dikembangkan, sehingga membentuk opini. Upaya tersebut juga bagian dari politik memecah belah warga setempat. Setelah bangsa Portugis tidak lagi menjajah, nama Papua terus dipopulerkan oleh Belanda.
Selain ‘Papua’, kata ‘Irian’ juga tidak begitu disukai penduduk setempat. Kenapa? Kata ‘Irian’ berasal dari beberapa bahasa daerah di Nuu Waar. Kata Mariiyen dari bahasa Biak artinya bumi yang panas, bahasa Onim (Patipi) dari Tiri Abuan arti ‘Irian’ adalah daratan besar. Kata ‘Irian’ juga berasal dari bahasa Arab: ‘Urryan’.
Lho kenapa Arab bisa masuk ke Irian? Bahwa sesungguhnya Islam lebih dulu masuk ke Nuu Waar. Agama Islam sudah masuk sejak 1214 M dan dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah dari Kerajaan Samudera Pasai. Lalu dilanjutkan oleh Raden Fatah pada 1400 M; Aru Pataka dari Bone (1611) dan Sultan Tidore (1816). Barulah pada Februari 1885, Kristen Protestan masuk dan pada16 Maret 1930 masuk Kristen Katholik.
Ketika ulama besar sekaligus pujangga Islam Ibnu Batuta melakukan expedisi keliling dunia dan mendarat di Nuu Waar pada 1517 M, penduduk setempat masih berkoteka. Dari situ keluar nama ‘Urryan’ untuk penduduk di Nuu Waar, yang berarti ‘Negeri orang telanjang’. Namun, sejak masa penjajahan Belanda sampai kemerdekaan, kata ‘Urryan’ (baca: Irian) dipergunakan daripada Nuu Waar. Bahkan ketika Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden, Irian menjadi Papua yang artinya mengembalikan lagi makna negatif yang tidak disukai oleh penduduk setempat

Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea. Burung endemik Tanah PapuaProvinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Dan juga Papua mempunyai tarian khas papua yaitu:
Papua Timur Manawou dan Papua Barat Ewer dan Juga lagu khas papua ialah Apuse,Yamko RambeYamko.Ada juga rumah khas di papua yaitu HONAI.
Honai - Rumah Adat Papua
Rumah adat Masyarakat Papua, atau yang biasa disebut dengan Honai.
Honai adalah
rumah khas Papua yang dihuni oleh Suku Dani. Rumah Honai terbuat dari kayu
dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai
mempunyai pintu yang kecil dan tidak memiliki jendela. Sebenarnya, struktur
Honai dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela bertujuan untuk menahan
hawa dingin pegunungan Papua.
Honai terdiri dari 2 lantai yaitu lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan, dan mengerjakan kerajinan tangan. Karena dibangun 2 lantai, Honai memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter. Pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai)
Honai terdiri dari 2 lantai yaitu lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan, dan mengerjakan kerajinan tangan. Karena dibangun 2 lantai, Honai memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter. Pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai)
Tak banyak orang tahu, bahwa kata ‘Papua’ tidak disukai oleh penduduk asli bumi Cendrawasih tersebut. Mereka lebih suka menyebut negeri mereka dengan nama Nuu Waar.
Nuu Waar adalah dua kata bahasa Irarutu di kerajaan Nama Tota Kaimana, yakni Nuu Eva. Nuu bermakna sinar, pancaran atau cahaya. Sementara Waar dari kata Eva, yang makna pertama adalah ‘mengaku’ atau diterjemahan dengan makna lebih dalam yang artinya ‘menyimpan rahasia’. Dari bahasa Onim (Patipi) Nuu juga adalah cahaya. Waar artinya perut besar yang keluar dari perut Ibu. Maka nama Nuu Waar artinya negeri yang mengaku menyimpan atau memikul rahasia.
Nama Nuu Waar nama yang berkembang dengan siar islam sejak kehadiraan Samudera Pasai, Raden Fatah pada abad 13 M, Aru Palaka sampai Sultan Tidore pada abad 15 M dengan wilayah Kesultanan dan kekuasaan melalui perdagangan sampai ke Nuu Waar.
Pergantikan nama Nuu Waar menjadi Papua dan Irian terjadi sejak 1214 masehi. Kata Papua’ itu sendiri diambil dari beberapa bahasa daerah di Nuu Waar, yang maknanya hitam, keriting, bodoh, jahiliah, jahat, perampok, pemeras, pemerkosa, bahkan lebih sadis dimaknai sebagai suka makan orang.
Makna negatif itulah yang membuat suku asli tidak suka pada kata ‘Papua’. Namun oleh bangsa Portugis kata it uterus dikembangkan, sehingga membentuk opini. Upaya tersebut juga bagian dari politik memecah belah warga setempat. Setelah bangsa Portugis tidak lagi menjajah, nama Papua terus dipopulerkan oleh Belanda.
Selain ‘Papua’, kata ‘Irian’ juga tidak begitu disukai penduduk setempat. Kenapa? Kata ‘Irian’ berasal dari beberapa bahasa daerah di Nuu Waar. Kata Mariiyen dari bahasa Biak artinya bumi yang panas, bahasa Onim (Patipi) dari Tiri Abuan arti ‘Irian’ adalah daratan besar. Kata ‘Irian’ juga berasal dari bahasa Arab: ‘Urryan’.
Lho kenapa Arab bisa masuk ke Irian? Bahwa sesungguhnya Islam lebih dulu masuk ke Nuu Waar. Agama Islam sudah masuk sejak 1214 M dan dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah dari Kerajaan Samudera Pasai. Lalu dilanjutkan oleh Raden Fatah pada 1400 M; Aru Pataka dari Bone (1611) dan Sultan Tidore (1816). Barulah pada Februari 1885, Kristen Protestan masuk dan pada16 Maret 1930 masuk Kristen Katholik.
Ketika ulama besar sekaligus pujangga Islam Ibnu Batuta melakukan expedisi keliling dunia dan mendarat di Nuu Waar pada 1517 M, penduduk setempat masih berkoteka. Dari situ keluar nama ‘Urryan’ untuk penduduk di Nuu Waar, yang berarti ‘Negeri orang telanjang’. Namun, sejak masa penjajahan Belanda sampai kemerdekaan, kata ‘Urryan’ (baca: Irian) dipergunakan daripada Nuu Waar. Bahkan ketika Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden, Irian menjadi Papua yang artinya mengembalikan lagi makna negatif yang tidak disukai oleh penduduk setempat
Budaya Dasar (2)
SWOT
Kekuatan : a. Industri Batu Bata merah marak nya batu bata yg melonjak naik karna batu
bata merahsangat dibutuhkan buat pabrik bangnan untuk membangun rumah, hotel, dll
b. Kekayaan budaya bangsa salah satunya pohon karet, telah memiliki hak cipta
sendiri dan dapat keuntungan jauh lebih besar
Kelemahan : a. batu bata merah sangat di abaikan para perusahan pabrik dan pabrik lebih memlih
batu beton yang sangat di pentingkan
b. pohon karet belom di minati oleh perusahan-perusahan di Luar negeri
Peluang : a. Perusahan Pabrik Batu Bata Merah sangat di minati oleh perusahan pabrik maupun
agen-agen pabrik pembangunan untuk membangun rumah, hotel, dll
b. Pohon Karet di butuhkan untuk ban, dll
Ancaman : a. penyebabnya adalah struktur tanah merah yang sudah mulai menipis di indonesia
b. penyebabnya adalah lahan karena tidak mudah mencari lahan untuk lahan pohon karet
faktor penduduklah yang menyebab kan tidak ada lahan untuk lahan pohon karet
bekerja
Kekuatan : a. Industri Batu Bata merah marak nya batu bata yg melonjak naik karna batu
bata merahsangat dibutuhkan buat pabrik bangnan untuk membangun rumah, hotel, dll
b. Kekayaan budaya bangsa salah satunya pohon karet, telah memiliki hak cipta
sendiri dan dapat keuntungan jauh lebih besar
Kelemahan : a. batu bata merah sangat di abaikan para perusahan pabrik dan pabrik lebih memlih
batu beton yang sangat di pentingkan
b. pohon karet belom di minati oleh perusahan-perusahan di Luar negeri
Peluang : a. Perusahan Pabrik Batu Bata Merah sangat di minati oleh perusahan pabrik maupun
agen-agen pabrik pembangunan untuk membangun rumah, hotel, dll
b. Pohon Karet di butuhkan untuk ban, dll
Ancaman : a. penyebabnya adalah struktur tanah merah yang sudah mulai menipis di indonesia
b. penyebabnya adalah lahan karena tidak mudah mencari lahan untuk lahan pohon karet
faktor penduduklah yang menyebab kan tidak ada lahan untuk lahan pohon karet
bekerja
Langganan:
Postingan (Atom)


